Semakin melambungnya harga pakan ikan pabrikan, semakin membuat petani ikan air tawar jatuh bangun mempertahankan usaha sumber penghidupannya.
Tidak sedikt yang harus dengan pasrah mengosongkan kolam kolamnya untuk menghindari kerugian yang dideritanya.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa petani ikan saat ini haruslah memiliki skill/kemampuan pengetahuan yang sempurna dalam segala aspek pemeliharaan ikan, termasuk diantaranya adalah bagaimana membuat pakan ikan yang cukup memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan & perkembangan ikan peliharaannya.
Namun kenyataannya, banyak pula petani yang mencoba melakukan usaha usaha perbaikan namun tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.
Mengapa ?...
Jadi apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh petani agar mendapatkan hasil panen yang menggembirakan ?
Berkaitan dengan pembuatan pakan, sebenarnya bukan hal yang rumit, hanya diperlukan pengetahuan bahan yang benar dan perhitungan nilai nutrisi serta pedoman kebutuhan dari ikan (ternak lain) peliharaannya. Apabila ketiga hal tersebut sudah dapat dioahami dengan benar, kenungkinan keberhasilannya akan mendekati target yang diharapkan.
Khusus dalam pembuatan pakan ikan, seringkali masalah *terapung* menjadi hambatan dalam pembuatannya, sehingga terkadang menjadi alasan untuk tidak membuat pelet.
Padahal apabila dipahami dengan benar, Karakter ikan Lele sebenarnya termasuk dalam kelompok Bottom Feeder, Artinya, makanan yang ada didasar air pun akan tetap dimakan, selama ikan masih punya rasa lapar.
Kalau begitu, kenapa harus terapung ?
Karena petaninya tidak mau belajar, malas dan selalu mencari cara yang praktis bagi dirinya. Padahal, Ikan tidak pernah protes....
Selama komposisi nutrisi pada pakan yang diberikan sudah cukup, mereka akan melahap dan bertumbuh, tidak perduli pakannya terapung atau tenggelam.
^Jer Besuki Mowo Beyo..^
Bahwa untuk pencapaian sesuatu itu, ada yang harus dikorbankan, adayang harus dibayarkan.
Kembali ke persoalan pakan, bahan pembuatan pakan ikan (lele) sebenarnya tidak seribet yang dipikirkan, dengan menggunakan 5 bahan pokok saja sudah bisa diracik komposisi dengan nilai protein mendekati 30% dan Kalor 3300 kkal, dengan kandungan vitamin, mineral yang cukup. pun apabila dilakukan penambahan zat aditif lain, total harga bahan bakunya tidak akan melebihi Rp. 8.000 ,- per kg pakan yang dihasilkan.
Bahan baku yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :
1. Tepung Ikan
2. Tepung Kedelai
3. Tepung Jagung
4. Tepung Tapioka
5. Bekatul (Bukan Dedak).
6. Zat aditif lain berupa mineral mix, Vit Mix, Perabgsang nafsu makan dll.
Semoga bermanfaat...
Salam ProMaster
Budidaya Lele Pembesaran dan Produksi Benih
Kolaborasi system pemeliharaan air media kolam dengan menggunakan Mikroorganisne Aerob berbasis BAL.
Sunday, August 5, 2018
Thursday, August 2, 2018
Faktor Pertumbuhan Lele
Faktor yang mempengaruhi kecepatan tumbuh ikan Lele :
1. Tingkat stress ikan akibat cemaran media air kolam (Bahan organik dan inorganik, Gas Toksik)
2. Tingkat stress ikan akibat fluktuasi kualitas air. (perubahan sifat fisik air, - pH; DO, salinitas, dll).
3. Suhu
4. Nutrisi Pakan.
Point 1 dan 2 betkaitan erat dengan pola budidaya petaninya.
Point 3 terkait faktor iklim lingkungan
Poin 4 terkait dengan permodalan.
Artinya, faktor yang paling memungkinkan untuk diperbaharui adalah memperbaiki pola pikir dan pola budidaya petaninya.. dan ini pada akhirnya akan menjurus kepada kualitas air media budidayanya sendiri.
Kesimpulannya, Dengan memelihara kualitas air, secara otomatis kita memberi kesempatan ikan untuk bertumbuh, karena energi yang digunakan tidak berlebihan akibat proses adaptasi terhadap lingkungannya..
semoga bermanfaat.
1. Tingkat stress ikan akibat cemaran media air kolam (Bahan organik dan inorganik, Gas Toksik)
2. Tingkat stress ikan akibat fluktuasi kualitas air. (perubahan sifat fisik air, - pH; DO, salinitas, dll).
3. Suhu
4. Nutrisi Pakan.
Point 1 dan 2 betkaitan erat dengan pola budidaya petaninya.
Point 3 terkait faktor iklim lingkungan
Poin 4 terkait dengan permodalan.
Artinya, faktor yang paling memungkinkan untuk diperbaharui adalah memperbaiki pola pikir dan pola budidaya petaninya.. dan ini pada akhirnya akan menjurus kepada kualitas air media budidayanya sendiri.
Kesimpulannya, Dengan memelihara kualitas air, secara otomatis kita memberi kesempatan ikan untuk bertumbuh, karena energi yang digunakan tidak berlebihan akibat proses adaptasi terhadap lingkungannya..
semoga bermanfaat.
Tuesday, July 31, 2018
Pemahaman Budidaya Ikan (Lele)
Banyak sekali masalah masalah yang berkaitan dengan kualitas air, pertumbuhan ikan yang lambat, kematian (mortalitas) dan penggunaan pakan yang tidak sebanding dengan hasil bobot panen (FCR tinggi)
Berkaitan dengan itu semua, kemudian bermunculan promosi promosi tentang cara budidaya, penggunaan probiotik dari yang murah sampai yang paling mahal. Sistim yang sederhana sampai yang sangat kompleks.
Dan kenyataannya, hampir semuanya hanya sekedar nyanyian yang meninabobokan...
Pembudidaya tetap saja tidak mendapatkan hasil seperti yang digembar-gemborkan.
Selain dari penggunaan tehnologi dan aplikasi probiotik serta sistim budidaya, satu hal yang sebenarnya paling mendasar justru yang paling dilupakan oleh pembudidaya...
Apakah sesungguhnya hal mendasar yang justru dilupakan ???....
Dapatkan Infornasi selengkapnya dengan mengikuti update pada blog ini.
Video Milik Farm Bapak Maryono, Cikande
Salam ProMaster
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pemahaman Budidaya Ikan (Lele)
Dalam berbudidaya Lele, diperlukan kedisiplinan, ketekunan melaksanakan semua kegiatan proses pemeliharaan ikan dan media air. Banyak se...
-
Dalam berbudidaya Lele, diperlukan kedisiplinan, ketekunan melaksanakan semua kegiatan proses pemeliharaan ikan dan media air. Banyak se...